FINAL CHAPTER YANG TIDAK SEPENUHNYA — Tentang Hal yang Terlalu Banyak Sekaligus
Seiring berjalannya waktu— Hyuna semakin sering berkomunikasi dengan Papa-nya. Bukan untuk bercerita. Tapi untuk mengurus sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Surat-surat. Dokumen. Hal-hal yang harus diselesaikan setelah kepergian. Dan di tengah semua itu— mereka mulai berbeda. Pendapat. Cara berpikir. Cara menyelesaikan sesuatu. Papa Hyuna ingin menjalankan plan A. Hyuna tidak setuju. Hyuna menyarankan plan B. Menurutnya—itu lebih baik. Tapi Papa tetap memilih plan A. Dan untuk pertama kalinya— Hyuna tidak melawan. Bukan karena setuju. Tapi karena… ia tahu. Papa-nya sedang hancur. Kehilangan seseorang yang tidak bisa ia lihat untuk terakhir kali. Tidak bisa dipeluk. Tidak bisa dilepas. Bahkan untuk abunya sekalipun. Dan mungkin… itu lebih menyakitkan daripada yang Hyuna rasakan. Jadi Hyuna diam. Mengalah. Mengikuti. Walaupun tidak sepenuhnya menerima. Waktu berjalan. Pelan. Hampir satu bulan sejak kepergian itu. Dan Hyuna pikir— tidak akan ada lagi kabar...