Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

FINAL CHAPTER YANG TIDAK SEPENUHNYA — Tentang Hal yang Terlalu Banyak Sekaligus

Gambar
Seiring berjalannya waktu— Hyuna semakin sering berkomunikasi dengan Papa-nya. Bukan untuk bercerita. Tapi untuk mengurus sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Surat-surat. Dokumen. Hal-hal yang harus diselesaikan setelah kepergian. Dan di tengah semua itu— mereka mulai berbeda. Pendapat. Cara berpikir. Cara menyelesaikan sesuatu. Papa Hyuna ingin menjalankan plan A. Hyuna tidak setuju. Hyuna menyarankan plan B. Menurutnya—itu lebih baik. Tapi Papa tetap memilih plan A. Dan untuk pertama kalinya— Hyuna tidak melawan. Bukan karena setuju. Tapi karena… ia tahu. Papa-nya sedang hancur. Kehilangan seseorang yang tidak bisa ia lihat untuk terakhir kali. Tidak bisa dipeluk. Tidak bisa dilepas. Bahkan untuk abunya sekalipun. Dan mungkin… itu lebih menyakitkan daripada yang Hyuna rasakan. Jadi Hyuna diam. Mengalah. Mengikuti. Walaupun tidak sepenuhnya menerima. Waktu berjalan. Pelan. Hampir satu bulan sejak kepergian itu. Dan Hyuna pikir— tidak akan ada lagi kabar...

YANG TIDAK SEPENUHNYA — CHAPTER 3 - Tentang Malam yang Tidak Nyaman

Gambar
Tidak semua rasa tidak nyaman… datang tanpa alasan. Kadang— itu cara diri sendiri memberi tanda. Seiring berjalannya waktu, hari-hari Hyuna kembali berjalan seperti biasa. Tenang. Datar. Dan… bisa ditebak. Sampai akhirnya, Hyuna sempat dekat dengan seseorang. Namanya Redo. Tidak ada yang terlalu spesial di awal. Hanya percakapan ringan. Obrolan yang berjalan. Sampai akhirnya— mereka sepakat untuk bertemu. 7 Juni. Hyuna datang lebih dulu ke sebuah coffee shop. Duduk sendiri. Menunggu. Waktu berjalan. Pesan masuk. Redo belum datang. Alasannya sederhana. Ada teman kantornya di tempat yang sama. Dan entah kenapa— Hyuna mulai merasa tidak nyaman. Bukan karena menunggu. Tapi karena… sesuatu terasa tidak tepat. Perasaan yang tidak bisa dijelaskan. Sedikit aneh. Sedikit mengganggu. Sedikit… menahan. Hyuna mencoba menghubungi seseorang. Sekou. Tapi malam itu— ia sedang bekerja. Tidak bisa datang. Dan untuk beberapa saat, Hyuna benar-benar sendirian. Bingung. Diam. Dan mulai mera...