MASA LALU - CHAPTER 5 - Yang Tidak Pernah Benar-Benar Pergi


Di antara hari-hari yang berjalan tanpa arah,  

ada satu hal yang tidak pernah benar-benar hilang.


---


Darsai.


---


Tidak dekat.  

Tidak juga jauh.


---


Hanya sesekali ada  

di tempat yang sama.


Lalu kembali  

menjadi dua orang yang berjalan masing-masing.


---


Saat itu—  

mereka sama-sama sudah memiliki seseorang.


---


Darsai tetap seperti yang Hyuna kenal.


Santai.  

Cuek.  

Seolah tidak peduli apa-apa.


---


Tapi jika ada yang menyentuh orang di sekitarnya—  

ia selalu yang maju lebih dulu.


Tanpa banyak bicara.  

Tanpa ragu.


---


Dan sering kali…  

terlalu jauh.


---


Hyuna tidak pernah benar-benar mencari tahu tentang Darsai.


Tidak tahu kesehariannya.  

Tidak tahu apa yang ia pikirkan.


---


Tapi entah kenapa…


ia selalu tahu  

kapan Darsai ada.


---


Suatu malam,  

Hyuna menepuk pundaknya.


“Aduh…”


---


Hyuna langsung menoleh.


“Ada luka.”


---


Saat ia melihatnya—  

luka itu masih basah.  

Terbuka.


---


“Itu kenapa?”


“Kelenjar getah bening…”


---


Jawaban sederhana.


Tapi entah kenapa—  

membuat Hyuna diam lebih lama.


---


Bukan karena lukanya.


Tapi karena sesuatu  

yang tiba-tiba terasa.


---


Perhatian.  

Khawatir.


Dan perasaan yang…  

tidak seharusnya ada.


---


Tidak ada yang berubah setelah itu.


---


Tidak ada kedekatan.  

Tidak ada langkah.


---


Mereka tetap sama—


dua orang  

yang hanya saling tahu.


---


Dan mungkin…  

itu memang cukup.


---


Hyuna tidak mencoba mendekat.  

Tidak juga menjauh.


---


Ia membiarkannya tetap seperti itu.


---


Karena dalam diam,  

ia tahu satu hal—


---


tidak semua perasaan  

harus diperjuangkan.


---


Ia membiarkannya ada.


Karena beberapa hal…  

lebih aman disimpan daripada dijalani.


---


Dan mungkin,  

itulah alasan kenapa—


Darsai tidak pernah benar-benar pergi.


---


Catatan kecil:


Beberapa hal tidak pernah selesai,  

bukan karena belum terjadi—  

tapi karena memang tidak seharusnya terjadi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MASA LALU - Chapter 1 : Rumah yang Runtuh di Siang Hari

MASA LALU - Chapter 2 : Rumah yang Tidak Pernah Kembali Sama

MASA LALU - Chapter 3 - Tempat untuk Bernapas