MASA LALU — CHAPTER 9 Yang Tidak Lagi Sama


Setelah semuanya selesai—  

Hyuna tidak merasa lega.


---


Ia juga tidak merasa hancur.


---


Ia hanya… berubah.


---


Tidak ada yang benar-benar terlihat berbeda.


Ia masih tertawa.  

Masih berbicara.  

Masih menjalani hari seperti biasa.


---


Tapi ada sesuatu yang hilang.


---


Dan kali ini—  

ia sadar.


---


Hyuna mulai mengerti dirinya sendiri.


---


Ia bukan tidak kuat.


---


Ia hanya… terlalu bertahan.


---


Terlalu sering mengalah.  

Terlalu lama diam.  

Terlalu banyak memaafkan.


---


Sampai akhirnya—  

ia kehilangan batasnya sendiri.


---


Dan yang paling menyakitkan…


---


tidak ada yang menyadari itu.


---


Hyuna selalu takut kehilangan orang lain.


---


Tapi tidak pernah sekalipun…  

ia merasa ada yang takut kehilangan dirinya.


---


Dan untuk pertama kalinya—  

pikiran itu tidak bisa ia abaikan.


---


Ia tidak menangis.


---


Tidak marah.


---


Hanya diam…  

dan membiarkan semuanya masuk.


---


Pelan.


---


Sampai terasa penuh.


---


Hyuna mulai menarik dirinya.


---


Bukan menjauh dari orang lain.


---


Tapi dari cara ia mencintai.


---


Ia tidak berhenti peduli.


---


Ia hanya… berhenti memberi semuanya.


---


Karena ia akhirnya mengerti—


---


memberi terlalu banyak  

tidak pernah menjamin seseorang akan tetap tinggal.


---


Dan sejak saat itu—  

Hyuna tidak lagi mencintai dengan cara yang sama.


---


Bukan karena ia tidak bisa.


---


Tapi karena ia tidak ingin  

kehilangan dirinya lagi.


---


Ia membiarkannya ada.


---


Karena beberapa hal…  

lebih aman disimpan daripada dijalani.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MASA LALU - Chapter 1 : Rumah yang Runtuh di Siang Hari

MASA LALU - Chapter 2 : Rumah yang Tidak Pernah Kembali Sama

MASA LALU - Chapter 3 - Tempat untuk Bernapas