FINAL CHAPTER MASA LALU - Yang Tidak Dibawa Lagi




Tidak semua yang pernah terjadi…  

perlu dibawa terus.


---


Beberapa hal—  

cukup untuk diingat.


---


Dan ditinggalkan.


---


Hyuna tidak lagi mencoba mengerti masa lalunya.


---


Bukan karena semuanya sudah jelas.


---


Tapi karena ia akhirnya sadar—  

tidak semua hal harus dipahami  

untuk bisa dilepaskan.


---


Ia berhenti mengulang.


---


Berhenti memikirkan  

apa yang seharusnya bisa berbeda.


---


Karena seberapa lama pun ia tinggal di sana—  

tidak ada yang akan berubah.


---


Yang terjadi… tetap terjadi.


---


Dan yang hilang…  

tidak akan kembali dalam bentuk yang sama.


---


Hyuna tidak membenci siapa pun.


---


Tidak juga menyalahkan.


---


Ia hanya…  

tidak lagi membawa apa-apa.


---


Semua yang pernah ia rasakan—  

ia biarkan tetap ada.


---


Tapi tidak lagi ia simpan  

di tempat yang sama.


---


Ada hal-hal yang ia lepaskan.


---


Ada yang ia diamkan.


---


Dan ada yang…  

ia kubur dalam dirinya sendiri.


---


Bukan untuk dilupakan.


---


Tapi agar tidak lagi mengganggu  

cara ia berjalan ke depan.


---


Hyuna tidak menjadi lebih kuat.


---


Ia hanya menjadi lebih tenang.


---


Lebih dingin.


---


Lebih… terbiasa.


---


Ia tidak lagi mencari seseorang  

untuk mengisi ruang kosong.


---


Karena ia tahu—  

tidak semua ruang harus diisi.


---


Beberapa memang akan tetap kosong.


---


Dan itu tidak apa-apa.


---


Untuk pertama kalinya—  

Hyuna tidak menunggu apa pun.


---


Tidak menunggu orang datang.  

Tidak menunggu sesuatu berubah.


---


Ia hanya berjalan.


---


Dengan dirinya sendiri.


---


Tanpa mencoba menjadi versi lama  

yang pernah ia paksa untuk bertahan.


---


Karena sekarang…  

ia tidak lagi ingin kembali.


---


Dan mungkin—  

itu satu-satunya cara  

agar ia bisa tetap berjalan.


---


Bukan dengan melupakan.


---


Tapi dengan tidak lagi membawa.


---


Dan di titik itu—  

Hyuna tidak lagi mencari arah.


---


Ia hanya berjalan…  

seadanya.


---


Hidup…  

sewajarnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MASA LALU - Chapter 1 : Rumah yang Runtuh di Siang Hari

MASA LALU - Chapter 2 : Rumah yang Tidak Pernah Kembali Sama

MASA LALU - Chapter 3 - Tempat untuk Bernapas