YANG TIDAK SEPENUHNYA - CHAPTER 1 - Tentang Hari-Hari yang Terasa Sama

 


Tidak semua luka… hilang.

Beberapa hanya berubah bentuk—
dan belajar hidup berdampingan.


Setelah beberapa minggu berlalu,
Hyuna menjalani hari-harinya dengan tenang.


Atau setidaknya…
terlihat tenang.


Di dalam dirinya,
masih ada sisa rasa dari cerita sebelumnya.


Tidak lagi sekeras dulu.


Tapi juga tidak benar-benar hilang.


Hyuna tidak mencoba melupakan.


Ia hanya…
membiasakan diri.


Dengan cara yang sederhana.


Melukis.


Menulis cerita.


Pergi ke pantai saat punya waktu.


Duduk sendiri di coffee shop—
tanpa tujuan yang jelas.


Dan ketika tidak ada waktu untuk ke mana-mana,
Hyuna memilih tidur lebih cepat dari biasanya.


Karena entah kenapa—
tidur selalu jadi tempat paling tenang baginya.


Tempat di mana
tidak ada yang perlu dipikirkan.


Tidak ada yang perlu dirasakan terlalu dalam.


Namun di balik semua itu—
ada sesuatu yang terus berulang.


Rasa bosan.


Hari yang terasa sama.
Rutinitas yang tidak berubah.


Dan meskipun begitu,
Hyuna tetap terlalu malas untuk kembali bersosialisasi.


Seolah dunia di luar sana
tidak lagi menarik untuk dijangkau.


Sampai suatu hari—
sebuah pesan masuk.


Nama itu muncul di layar.


Kessy.


Teman lama dari Sydney.


Seseorang yang…
tidak pernah benar-benar hilang dari hidup Hyuna.


Percakapan mereka berjalan begitu saja.


Ringan.
Tanpa beban.


Seperti tidak pernah ada jarak waktu.


Sampai akhirnya—
Kessy mengajak untuk bertemu.


Seperti biasa,
ia tidak datang sendiri.


Ia mengajak yang lain.


Darsai.
Felix.


Nama-nama lama yang…
masih terasa familiar.


Dan entah kenapa—
tanpa banyak berpikir,
Hyuna langsung menghubungi Darsai.


Satu pertanyaan sederhana.


“kamu ikut?”


Tidak ada alasan khusus.


Tidak ada harapan berlebih.


Hanya…
ingin tahu.


Apakah semuanya masih sama.


Atau sudah berubah.


Dan mungkin,
tanpa ia sadari—


pertemuan itu
bukan hanya tentang berkumpul kembali.


Tapi tentang sesuatu yang perlahan…
akan kembali terasa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MASA LALU - Chapter 1 : Rumah yang Runtuh di Siang Hari

MASA LALU - Chapter 3 - Tempat untuk Bernapas

MASA LALU - Chapter 2 : Rumah yang Tidak Pernah Kembali Sama